Kamis, 27 Oktober 2016

PEMERIKSAAN ALBUMIN URINE



TUGAS

PEMERIKSAAN GINJAL
ALBUMIN URINE


OLEH:
MUH. HILMAN AL KASMIN









KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
POLITEKNIK KESEHATAN KENDARI
JURUSAN ANALIS KESEHATAN
2016
KATA PENGANTAR

         Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur atas kehadirat Tuhan yang Maha Esa karena atas rahmat dan karunia-Nya lah sehingga kita masih dalam keadaan yang sehat wal afiat. Kita tidak lupa pula kita panjatkan salawat serta salam kepada junjungan kita Nabi besar Muhhammad SAW, kepada para keluarganya dan para pengikutnya.
         Dalam penyusunan makalah ini tidak lupa kami mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah membantu saya demi kesempurnaan makalah ini, maka perkenankan penyusun untuk mengucapkan terimah kasih kepada selaku dosen pembimbing mata kuliah Kimia Klinik I
         Penyusun menyadari bahwa masih banyak kekurangan dan kekeliruan dalam penyusunan makalah ini, hal ini di sebabkan oleh keterbatasan penyusun makalah ini, hal ini di sebabkan oleh keterbatasan penyusunan dalam segi pengetahuan, tenaga, materi, oleh karena itu, saran, kritikan, dan sebagainya yang bersifat membangun sangat di butuhkan demi kesempurnaan makalah ini.



                                                                                    Kendari, 27 Oktober 2016
                                                                                                        


                                                                                                                        Penyusun





DAFTAR ISI


Halaman judul..........................................................................................................................
Kata pengantar........................................................................................................................
Daftar isi..................................................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang.........................................................................................................
1.2  Rumusan Masalah....................................................................................................
1.3  Tujuan.....................................................................................................................
1.4  Manfaat...................................................................................................................
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Pemeriksaan Albumin urine......................................................................
2.2 Pengaruh albumin dalam urine terhadap ginjal............................................................
2.3 Cara mengatasi albuminuria......................................................................................
2.4 Penyebab terjadinnya Albuminuria............................................................................

2.5 Gejala Albuminuria...................................................................................................
2.6 Cara pemeriksaan....................................................................................................

BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan..............................................................................................................
3.2  Saran......................................................................................................................

DAFTAR PUSTAKA





BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Pemeriksaan albumin urine adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk menentukan kadar albumin yang terkait dengan protein dalam urine. Pemeriksaan albumin urine ini merupakan bagian dari pemeriksaan fungsi ginjal. Karena ginjal adalah tempat pembentukan urine di mulai dari tahap Filtrasi, Reabsorbsi dan Sekresi/Augmentasi. Urine adalah cairan sisa yang dieksresikan oleh ginjal yang kemudian akan di keluarkan dari dalam tubuh melalui proses urinalis. Ekskresi urin diperlukan untuk membuang molekul-molekul sisa dalam darah yang di saring oleh ginjal dan untuk menjaga homeostatis cairan tubuh. Urine dalam ginjal di bawa melalui ureter menuju kantung kemih dan di buang secara umum. Urine berwarna kuning keemasan dan jika di diamkan cukup lama maka urine akan mengeluarkan bau yang sangat khas.
Adanya protein dalam urin merupakan tanda awal dari penyakit ginjal kronik, biasanya hanya sebagian kecil protein plasma disaring di glomerulus yang direabsorpsi oleh tubulus ginjal dan diekskresikan ke dalam urin. Normal ekskresi protein dalam urin biasanya tidak melebihi 150 mg/24jam atau 10 mg/dl urin. Namun jika ekskresi protein melebihi 10 mg/dl maka disebut dengan proteinuria. Proteinuria (albuminuria) adalah suatu kondisi dimana terlalu banyak protein dalam urin yang dihasilkan dari adanya kerusakan ginjal.
1.2 Rumusan Masalah
            Adapun rumusan masalah berdasarkan latar belakang di atas adalah sebagai berikut:
1.       Pengertian Pemeriksaan Albumin urine?
2.       Pengaruh albumin dalam urine terhadap ginjal?
3.      Cara mengatasi albuminuria?
4.      Penyebab terjadinnya Albuminuria?
5.      Gejala Albuminuria?
6.      Cara pemeriksaan?
1.3 Tujuan
            Adapun tujuan dari pemeriksaan albumin urine ini adalah untuk menentukan adanya protein atau albumin di dalam urine sehingga mahasiswa dapat mengerti bagaimana cara pemeriksaan albumin tersebut
1.4 Manfaat
            Adapun manfaat dari pemeriksaan ini adalah sebagai berikut:
1.      Mahasiswa dapat menambah wawasan dan pengetahuan tentang cara pemeriksaan albumin urine dalam tubuh manusia
2.      Mahasiswa bisa memahamin bagaimana cara melakukan pemeriksaan
3.      Dapat mengetahui berapa nilai-nilai normal dengan melakukan pemeriksaan tersebut

BAB II
PEMBAHASAN


2.1 Pengertian Pemeriksaan Albumin urine
Pemeriksaan albumin urine adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk menentukan kadar albumin yang terkait dengan protein dalam urine. Pemeriksaan albumin urine ini merupakan bagian dari pemeriksaan fungsi ginjal. Karena ginjal adalah tempat pembentukan urine di mulai dari tahap Filtrasi, Reabsorbsi dan Sekresi/Augmentasi. Urine adalah cairan sisa yang dieksresikan oleh ginjal yang kemudian akan di keluarkan dari dalam tubuh melalui proses urinalis. Ekskresi urin diperlukan untuk membuang molekul-molekul sisa dalam darah yang di saring oleh ginjal dan untuk menjaga homeostatis cairan tubuh. Urine dalam ginjal di bawa melalui ureter menuju kantung kemih dan di buang secara umum. Urine berwarna kuning keemasan dan jika di diamkan cukup lama maka urine akan mengeluarkan bau yang sangat khas.
Adanya protein dalam urin merupakan tanda awal dari penyakit ginjal kronik, biasanya hanya sebagian kecil protein plasma disaring di glomerulus yang direabsorpsi oleh tubulus ginjal dan diekskresikan ke dalam urin. Normal ekskresi protein dalam urin biasanya tidak melebihi 150 mg/24jam atau 10 mg/dl urin. Namun jika ekskresi protein melebihi 10 mg/dl maka disebut dengan proteinuria. Proteinuria (albuminuria) adalah suatu kondisi dimana terlalu banyak protein dalam urin yang dihasilkan dari adanya kerusakan ginjal.
2.2 Pengaruh albumin dalam urine terhadap ginjal
            Adanya albumin dalam jumlah besar dalam urine merupakan indikasi dari kerusakan ginjal. Tubuh kita membutuhkan berbagai macam protein untuk menjaga kesehatan tubuh. Albumin dan ilmunoglobulin keduanya protein yang memainkan peran integral dalam pembekuan darah dan pemeliharaan cairan dalam tubuh. Tingginya kadar albumin di dalam urine dapat mempengaruhi kerja fungsi ginjal dan dapat terjadi kerusakan ginjal tepatnya di glomerulus. Pada umumnya kehadiran protein atau albumin berlebihan dalam urine disebut dengan proteinuria.
            Dalam keadaan normal, protein berukuran besar tidak dapat melewati glomeruli. Glomeruli adalah kelompok dari kapiler dalam ginjal. Ini bertindak sebagai layar dalam penyaring darah. Ginjal yang sehat mempertahankan protein dan menghapus limbah dari darah yang kaya akan protein. Sebagian besar dalam sampel urine pada dasarnya menunjukan ginjal yang rusak. Jika urine mengandung sejumlah besar protein atau albumin maka ada kemungkinan lebih besar terjadi gangguan pada ginjal.
2.3 Cara mengatasi albuminuria
            Albuminuria adalah suatu penyakit ginjal, Albuminuria terjadi karena ditemukannya protein albumin yang ada di dalam urine. Seharusnya Dalam urine normal, protein albumin seharusnya tidak ditemukan atau tidak ada. Hal ini bisa terjadi karena adanya kerusakan pada ginjal, terutama pada bagian glomerulus, maka protein akan lolos dari sarinyan ginjal dan keluar melalui urine.
            atau bahkan mengurangi resiko yang lebih fatal terjadinya albuminuria yaitu dengan cara membiasakan diri minum 8 gelas sehari, walaupun sebetulnya tidak merasa haus. Selain itu pencegahannya juga dapat dilakukan dengan tidak mengonsumsi hanya salah satu zat gizi saja secara berlebihan (misalnya hanya protein atau kalsium saja). Artinya makanan yang kita makan juga haru seimbang, baik dari segi jumlah maupun kadar gizinya.
2.4  Penyebab terjadinnya Albuminuria

1.      Kurangnya asupan air ke dalam tubuh sehingga memperberat kerja ginjal.
2.      Asupan protein, kalsium dan vitamin C yang terlalu berlebihan juga dapat membuat glomerulus harus bekerja lebih keras sehingga resiko terjadinya kerusakan juga akan lebih besar.

2.5 Gejala Albuminuria

 Albuminuria tidak memiliki tanda-tanda atau gejala pada tahap awal. Banyaknya protein dalam urin dapat ditandai dengan urin yang berbusa. Disamping itu, karena protein telah meninggalkan tubuh, darah tidak bisa lagi menyerap cukup cairan, sehingga dapat terjadi pembengkakan di tangan, kaki, perut, atau wajah. Pembengkakan ini disebut edema. Ini adalah tanda-tanda hilangnya protein (proteinuria) dalam jumlah besar dan menunjukkan bahwa penyakit ginjal telah berkembang. Pemeriksaan laboratorium adalah satu-satunya cara untuk mengetahui seseorang mengalami albuminuria atau tidak dan apakah protein dalam urine menunjukkan adanya kerusakan ginjal yang luas.

2.6 Cara pemeriksaan
Salah satu contoh cara pemeriksaan albumin urine cara sederhana
1.      PEMERIKSAAN ALBUMIN URINE METODE ASAM ASETAT
A. TEORI
Urin atau air seni adalah cairan sisia yang di ekskresikan oleh ginjal yang kemudian akan dikeluarkan dari dalam  tubuh melalui proses urinasi. Ekskresi urine di perlukan untuk membuang molekul-molekul sisa dalam darah yang disaring oleh ginjal dan untuk menjaga homeostatis tubuh. Urine dalam ginjal di bawa melalui ureter menuju kantung kemih dan di buang secara umum. Urine berwarna kuning keemasan dan jika di diamkan agak lama urine akan berbau khas.
B. PRINSIP
Terjadinya endapan bila direaksikan dengan asam.
C. TUJUAN
Menentukan adanya protein dalam urin secara kuantitatif.




PRA ANALITIK
Proteinuria
Adanya protein dalam urine
Orang sehat      : ekskresi urine < 30 mg/24 jam
Proteinuria        : ekskresi ³ 300 mg/24 jam
 ALAT dan BAHAN

Alat
1.      Tabung reaksi
2.      Penjepit tabung
3.      Bunsent/lampu spirtus
4.      pipet tetes

Bahan :
1.      urine
2.      reagen asam asetat 6%


ANALITIK
PROSEDUR
1.       2 tabung reaksi di isi dengan urin sebanyak 2 ml
2.      tabung A di tambah 8 tetes larutan asam asetat 6%
3.      goyang tabung secara perlahan di atas api jangan sampai mendidih
4.      kekeruhan/endapan dapat dengan latar belakang hitam, bandingkan antara tabung A dan B
PASKA ANALITIK
       INTERPRETASI HASIL
(-)           : tidak ada kekeruhan sama sekali
 (+)         : ada kekeruhan ringan tanpa butir-butir
(++)        : kekeruhan bisa dilihat da ada butir-butir kekeruhan
(+++)      : urine jelas keruh dan kekeruhan itu berkeping-keping
(++++)    : urine sangat keruh dan kekeruhan berkeping-keping besar/bergumpal2








BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Pemeriksaan albumin urine adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk menentukan kadar albumin yang terkait dengan protein dalam urine. Pemeriksaan albumin urine ini merupakan bagian dari pemeriksaan fungsi ginjal. Karena ginjal adalah tempat pembentukan urine di mulai dari tahap Filtrasi, Reabsorbsi dan Sekresi/Augmentasi. Urine adalah cairan sisa yang dieksresikan oleh ginjal yang kemudian akan di keluarkan dari dalam tubuh melalui proses urinalis. Ekskresi urin diperlukan untuk membuang molekul-molekul sisa dalam darah yang di saring oleh ginjal dan untuk menjaga homeostatis cairan tubuh. Urine dalam ginjal di bawa melalui ureter menuju kantung kemih dan di buang secara umum. Urine berwarna kuning keemasan dan jika di diamkan cukup lama maka urine akan mengeluarkan bau yang sangat khas.

3.2 Saran
            Kami menyadari dalam penyusunan makalah ini masih belum sempurna, untuk itu kami mengharapkan kepada pembaca untuk memberikan kritik dan saran yang membangun demi kesempurnaan makalah ini






                                                






DAFTAR PUSTAKA

Baron, D.N, 1990, Patologi Klinik, Ed IV, Terj. Andrianto P dan Gunakan J, Penerbit         EGC, Jakarta.
Depkes, 1991, Petunjuk Pemeriksaan Laboratorium Puskesmas,Jakarta,Depkes
Guyton, A.C, 1983, Buku Teks Fisiologi Kedokteran, edisi V, bagian 2, terjemahan Adji Dharma et al.,E.G.C., Jakarta.
Poedjiadi, Supriyanti, 2007, Dasr-Dasar Biokimia, Bandung, UI Press
T          oha, 2001, Biokimia, Metabolisme Biomolekul, Bandung, Alfabeta