TUGAS
PEMERIKSAAN GINJAL
ALBUMIN URINE
OLEH:
MUH. HILMAN AL KASMIN
KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK
INDONESIA
POLITEKNIK KESEHATAN KENDARI
JURUSAN ANALIS KESEHATAN
2016
KATA PENGANTAR
Pertama-tama
marilah kita panjatkan puji syukur atas kehadirat Tuhan yang Maha Esa karena
atas rahmat dan karunia-Nya lah sehingga kita masih dalam keadaan yang sehat
wal afiat. Kita tidak lupa pula kita panjatkan salawat serta salam kepada junjungan
kita Nabi besar Muhhammad SAW, kepada para keluarganya dan para pengikutnya.
Dalam
penyusunan makalah ini tidak lupa kami mengucapkan terima kasih kepada berbagai
pihak yang telah membantu saya demi kesempurnaan makalah ini, maka perkenankan
penyusun untuk mengucapkan terimah kasih kepada selaku dosen pembimbing mata
kuliah Kimia Klinik I
Penyusun
menyadari bahwa masih banyak kekurangan dan kekeliruan dalam penyusunan makalah
ini, hal ini di sebabkan oleh keterbatasan penyusun makalah ini, hal ini di
sebabkan oleh keterbatasan penyusunan dalam segi pengetahuan, tenaga, materi,
oleh karena itu, saran, kritikan, dan sebagainya yang bersifat membangun sangat
di butuhkan demi kesempurnaan makalah ini.
Kendari,
27 Oktober 2016
Penyusun
DAFTAR ISI
Halaman judul..........................................................................................................................
Kata pengantar........................................................................................................................
Daftar isi..................................................................................................................................
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang.........................................................................................................
1.2 Rumusan Masalah....................................................................................................
1.3 Tujuan.....................................................................................................................
1.4 Manfaat...................................................................................................................
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Pemeriksaan Albumin urine......................................................................
2.2 Pengaruh albumin dalam urine
terhadap ginjal............................................................
2.3 Cara mengatasi albuminuria......................................................................................
2.4 Penyebab terjadinnya Albuminuria............................................................................
2.5 Gejala Albuminuria...................................................................................................
2.6 Cara pemeriksaan....................................................................................................
BAB III PENUTUP
3.1
Kesimpulan..............................................................................................................
3.2 Saran......................................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pemeriksaan albumin urine adalah pemeriksaan yang
dilakukan untuk menentukan kadar albumin yang terkait dengan protein dalam
urine. Pemeriksaan albumin urine ini merupakan bagian dari pemeriksaan fungsi
ginjal. Karena ginjal adalah tempat pembentukan urine di mulai dari tahap
Filtrasi, Reabsorbsi dan Sekresi/Augmentasi. Urine adalah cairan sisa yang
dieksresikan oleh ginjal yang kemudian akan di keluarkan dari dalam tubuh
melalui proses urinalis. Ekskresi urin diperlukan untuk membuang
molekul-molekul sisa dalam darah yang di saring oleh ginjal dan untuk menjaga
homeostatis cairan tubuh.
Urine dalam ginjal di bawa melalui ureter menuju kantung kemih dan di buang
secara umum. Urine berwarna kuning keemasan dan jika di diamkan cukup lama maka
urine akan mengeluarkan bau yang sangat khas.
Adanya
protein dalam urin merupakan tanda awal dari penyakit ginjal kronik, biasanya
hanya sebagian kecil protein plasma disaring di glomerulus yang direabsorpsi
oleh tubulus ginjal dan diekskresikan ke dalam urin. Normal ekskresi protein
dalam urin biasanya tidak melebihi 150 mg/24jam atau 10 mg/dl urin. Namun jika
ekskresi protein melebihi 10 mg/dl maka disebut dengan proteinuria. Proteinuria
(albuminuria) adalah suatu kondisi dimana terlalu banyak protein dalam urin
yang dihasilkan dari adanya kerusakan ginjal.
1.2 Rumusan Masalah
Adapun rumusan
masalah berdasarkan latar belakang di atas adalah sebagai berikut:
1.
Pengertian Pemeriksaan Albumin urine?
2.
Pengaruh albumin dalam urine terhadap
ginjal?
3.
Cara
mengatasi albuminuria?
4.
Penyebab terjadinnya Albuminuria?
5.
Gejala
Albuminuria?
6.
Cara
pemeriksaan?
1.3 Tujuan
Adapun
tujuan dari pemeriksaan albumin urine ini adalah untuk menentukan adanya
protein atau albumin di dalam urine sehingga mahasiswa dapat mengerti bagaimana
cara pemeriksaan albumin tersebut
1.4 Manfaat
Adapun
manfaat dari pemeriksaan ini adalah sebagai berikut:
1. Mahasiswa
dapat menambah wawasan dan pengetahuan tentang cara pemeriksaan albumin urine
dalam tubuh manusia
2. Mahasiswa
bisa memahamin bagaimana cara melakukan pemeriksaan
3. Dapat
mengetahui berapa nilai-nilai normal dengan melakukan pemeriksaan tersebut
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Pemeriksaan Albumin
urine
Pemeriksaan albumin urine adalah pemeriksaan yang
dilakukan untuk menentukan kadar albumin yang terkait dengan protein dalam
urine. Pemeriksaan albumin urine ini merupakan bagian dari pemeriksaan fungsi
ginjal. Karena ginjal adalah tempat pembentukan urine di mulai dari tahap
Filtrasi, Reabsorbsi dan Sekresi/Augmentasi. Urine adalah cairan sisa yang
dieksresikan oleh ginjal yang kemudian akan di keluarkan dari dalam tubuh
melalui proses urinalis. Ekskresi urin diperlukan untuk membuang
molekul-molekul sisa dalam darah yang di saring oleh ginjal dan untuk menjaga
homeostatis cairan tubuh.
Urine dalam ginjal di bawa melalui ureter menuju kantung kemih dan di buang
secara umum. Urine berwarna kuning keemasan dan jika di diamkan cukup lama maka
urine akan mengeluarkan bau yang sangat khas.
Adanya
protein dalam urin merupakan tanda awal dari penyakit ginjal kronik, biasanya
hanya sebagian kecil protein plasma disaring di glomerulus yang direabsorpsi
oleh tubulus ginjal dan diekskresikan ke dalam urin. Normal ekskresi protein
dalam urin biasanya tidak melebihi 150 mg/24jam atau 10 mg/dl urin. Namun jika
ekskresi protein melebihi 10 mg/dl maka disebut dengan proteinuria. Proteinuria
(albuminuria) adalah suatu kondisi dimana terlalu banyak protein dalam urin
yang dihasilkan dari adanya kerusakan ginjal.
2.2 Pengaruh albumin dalam urine terhadap ginjal
Adanya albumin
dalam jumlah besar dalam urine merupakan indikasi dari kerusakan ginjal. Tubuh
kita membutuhkan berbagai macam protein untuk menjaga kesehatan tubuh. Albumin
dan ilmunoglobulin keduanya protein yang memainkan peran integral dalam
pembekuan darah dan pemeliharaan cairan dalam tubuh. Tingginya kadar albumin di
dalam urine dapat mempengaruhi kerja fungsi ginjal dan dapat terjadi kerusakan
ginjal tepatnya di glomerulus. Pada umumnya kehadiran protein atau albumin
berlebihan dalam urine disebut dengan proteinuria.
Dalam keadaan normal, protein
berukuran besar tidak dapat melewati glomeruli. Glomeruli adalah kelompok dari
kapiler dalam ginjal. Ini bertindak sebagai layar dalam penyaring darah. Ginjal
yang sehat mempertahankan protein dan menghapus limbah dari darah yang kaya
akan protein. Sebagian besar dalam sampel urine pada dasarnya menunjukan ginjal
yang rusak. Jika urine mengandung sejumlah besar protein atau albumin maka ada
kemungkinan lebih besar terjadi gangguan pada ginjal.
2.3 Cara mengatasi albuminuria
Albuminuria
adalah suatu penyakit ginjal, Albuminuria terjadi karena ditemukannya protein
albumin yang ada di dalam urine. Seharusnya Dalam urine normal, protein albumin
seharusnya tidak ditemukan atau tidak ada. Hal ini bisa terjadi karena adanya
kerusakan pada ginjal, terutama pada bagian glomerulus, maka protein akan lolos
dari sarinyan ginjal dan keluar melalui urine.
atau bahkan mengurangi resiko yang
lebih fatal terjadinya albuminuria yaitu dengan cara membiasakan diri minum 8
gelas sehari, walaupun sebetulnya tidak merasa haus. Selain itu pencegahannya
juga dapat dilakukan dengan tidak mengonsumsi hanya salah satu zat gizi saja
secara berlebihan (misalnya hanya protein atau kalsium saja). Artinya makanan
yang kita makan juga haru seimbang, baik dari segi jumlah maupun kadar gizinya.
2.4 Penyebab terjadinnya Albuminuria
1. Kurangnya asupan air ke dalam tubuh
sehingga memperberat kerja ginjal.
2. Asupan protein, kalsium dan vitamin
C yang terlalu berlebihan juga dapat membuat glomerulus harus bekerja lebih
keras sehingga resiko terjadinya kerusakan juga akan lebih besar.
2.5 Gejala Albuminuria
Albuminuria tidak memiliki tanda-tanda atau
gejala pada tahap awal. Banyaknya protein dalam urin dapat ditandai dengan urin
yang berbusa. Disamping itu, karena protein telah meninggalkan tubuh, darah
tidak bisa lagi menyerap cukup cairan, sehingga dapat terjadi pembengkakan di
tangan, kaki, perut, atau wajah. Pembengkakan ini disebut edema. Ini adalah
tanda-tanda hilangnya protein (proteinuria) dalam jumlah besar dan menunjukkan
bahwa penyakit ginjal telah berkembang. Pemeriksaan laboratorium adalah
satu-satunya cara untuk mengetahui seseorang mengalami albuminuria atau tidak
dan apakah protein dalam urine menunjukkan adanya kerusakan ginjal yang luas.
2.6 Cara pemeriksaan
Salah satu contoh cara pemeriksaan
albumin urine cara sederhana
1.
PEMERIKSAAN
ALBUMIN URINE METODE ASAM ASETAT
A.
TEORI
Urin
atau air seni adalah cairan sisia yang di ekskresikan oleh ginjal yang kemudian
akan dikeluarkan dari dalam tubuh melalui proses urinasi. Ekskresi urine
di perlukan untuk membuang molekul-molekul sisa dalam darah yang disaring oleh
ginjal dan untuk menjaga homeostatis tubuh. Urine dalam ginjal di bawa melalui
ureter menuju kantung kemih dan di buang secara umum. Urine berwarna kuning
keemasan dan jika di diamkan agak lama urine akan berbau khas.
B.
PRINSIP
Terjadinya endapan bila direaksikan dengan asam.
C.
TUJUAN
Menentukan
adanya protein dalam urin secara kuantitatif.
PRA ANALITIK
Proteinuria
Adanya protein dalam urine
Orang sehat : ekskresi urine < 30 mg/24 jam
Proteinuria : ekskresi ³ 300 mg/24 jam
Orang sehat : ekskresi urine < 30 mg/24 jam
Proteinuria : ekskresi ³ 300 mg/24 jam
ALAT dan BAHAN
Alat
1. Tabung
reaksi
2. Penjepit
tabung
3. Bunsent/lampu
spirtus
4. pipet
tetes
Bahan :
1. urine
2. reagen
asam asetat 6%
ANALITIK
PROSEDUR
1. 2 tabung reaksi di isi dengan urin sebanyak 2
ml
2. tabung
A di tambah 8 tetes larutan asam asetat 6%
3. goyang
tabung secara perlahan di atas api jangan sampai mendidih
4. kekeruhan/endapan
dapat dengan latar belakang hitam, bandingkan antara tabung A dan B
PASKA ANALITIK
INTERPRETASI HASIL
(-)
: tidak ada kekeruhan sama sekali
(+) : ada kekeruhan ringan tanpa butir-butir
(++) : kekeruhan bisa dilihat da ada butir-butir kekeruhan
(+++) : urine jelas keruh dan kekeruhan itu berkeping-keping
(++++) : urine sangat keruh dan kekeruhan berkeping-keping besar/bergumpal2
(+) : ada kekeruhan ringan tanpa butir-butir
(++) : kekeruhan bisa dilihat da ada butir-butir kekeruhan
(+++) : urine jelas keruh dan kekeruhan itu berkeping-keping
(++++) : urine sangat keruh dan kekeruhan berkeping-keping besar/bergumpal2
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Pemeriksaan albumin urine adalah pemeriksaan yang
dilakukan untuk menentukan kadar albumin yang terkait dengan protein dalam
urine. Pemeriksaan albumin urine ini merupakan bagian dari pemeriksaan fungsi
ginjal. Karena ginjal adalah tempat pembentukan urine di mulai dari tahap
Filtrasi, Reabsorbsi dan Sekresi/Augmentasi. Urine adalah cairan sisa yang
dieksresikan oleh ginjal yang kemudian akan di keluarkan dari dalam tubuh
melalui proses urinalis. Ekskresi urin diperlukan untuk membuang
molekul-molekul sisa dalam darah yang di saring oleh ginjal dan untuk menjaga
homeostatis cairan tubuh.
Urine dalam ginjal di bawa melalui ureter menuju kantung kemih dan di buang
secara umum. Urine berwarna kuning keemasan dan jika di diamkan cukup lama maka
urine akan mengeluarkan bau yang sangat khas.
3.2 Saran
Kami menyadari dalam penyusunan makalah ini masih
belum sempurna, untuk itu kami mengharapkan kepada pembaca untuk memberikan
kritik dan saran yang membangun demi kesempurnaan makalah ini
DAFTAR PUSTAKA
Baron, D.N, 1990, Patologi Klinik, Ed IV, Terj.
Andrianto P dan Gunakan J, Penerbit EGC, Jakarta.
Depkes, 1991, Petunjuk Pemeriksaan Laboratorium
Puskesmas,Jakarta,Depkes
Guyton, A.C, 1983, Buku Teks Fisiologi
Kedokteran, edisi V, bagian 2, terjemahan Adji Dharma et al.,E.G.C., Jakarta.
Poedjiadi, Supriyanti, 2007, Dasr-Dasar Biokimia,
Bandung, UI Press
T oha, 2001, Biokimia,
Metabolisme Biomolekul, Bandung, Alfabeta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar