KETERKAITAN
BIOKIMIA DENGAN ILMU LAIN,
KETERKAITAN BIOKIMIA DENGAN ILMU LAIN, Berikut informasi
ilmu yang saya dapat tentang KETERKAITAN BIOKIMIA DENGAN ILMU LAIN. Selamat
membaca.
Semula Ilmu Kimia mempunyai 2 spesialisasi yaitu Kimia anorganik dan Kimia Organik. Kimia organic merupakan spesialisasi kimia yang mempelajari phenomena kimia dalam bahan alam atau organisme (makhluk hidup).
Bahan alam selalu menarik perhatian para ahli kimia dan biologi. Sejak sekitar pertengahan abad ke 18- telah dapat dipisahkan beberapa senyawa organic dari makhluk hidup. Sebagai contoh misalnya : Karl Wilhelm sheele (1742-1786) telah berhasil memisahkan senyawa gliserol,asamoksala, laktat dan sitrat dari sumber organik yang berasal dari tumbuhkan dan binatang . Friederich W.Struner (1783-1841). Berhasil memisahkan morfina dari opium dan sebagainya.
Pada tahun 1828 Friedrich Wohler menunjukan bahwa Urea yang terdapat dalam urine ternyata dapat dibuat dalam Laboratorium dengan jalan memanaskan alkali sianat dengan garam almonium. Penemuan ini menjadi babak baru dalam perkembangan sudut padang Kimia organic.
Pada abat XIX Eduard dan Hans Buhner menemukan bahwa ekstrak sel-sel ragi yang telah dirusak atau telah mati tetap dapat menyebabkan terjadinya proses peragian / fermentasi. Penemuan ini membuka kemungkinan dilakukan analisis reaksi-reaksi biokimia secara in vitro (di Laboratorium). Pada tahun 1926 J.B Sumner membuktikan bahwa urease yaitu enzim yang diperoleh dari biji kara pedang (Jack beans) dapat dikristalkan seperti juga senyawa organic lainnya.
Perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan tersebut memacu perkembangan dan spesialisasi dari kimia organic yaitu Biokimia .
Kimia organic pertama kali dikenal dengan nama kimia zat alam dan biokimia satu sama lain saling jalin menjalani tanpa terlihat adanya garis pembatasan yang tegas. Senyawa yang ternyata merupakan hasil samping metabolisme, misalnya pencernaan, pada hakekatnya telah lama diketahui orang dan sebenarnya adalah zat-zat organic. Senyawa organic yang dikenal sebagai karbohidrat dalam biokimia adalah sumber energi metabolisme orang / binatang, tetapi juga merupakan hasil proses fotosintesa dari tumbuhan.
Meskipun biokimia yang pada hakekatnya merupakan spesialisasi dari kimia organic,namun dalam perkembangannya terdapat perbedaannya yang tajam dalam penekanannya yaitu sebagai brikut :
1. Kimia organic terutama mempelajari struktur, sifat-sifat dan fisika secara sintesisnya baik secara alami atau in vivo dari zat-zat kimia, bahan alam misalnya cara pembentukan dan peran biologisnya.
2. Biokimia terutama menekankan pada proses metabolisme primer, yang terdiri dari anabolisme (Reaksi pembentukan) dan katabolisme (Reaksi pemecahan). Metabolisme primer yaitu keseluruhan proses sintesis dan perombakan zat-zat penyusun utama makhluk hidup seperti polisa karida, protein, lemak dan asam nukleat, yang dilakukan oleh organisme untuk kelangsungan hidupnya. Biokimia meliputi sebagian proses-proses kimia organic, bukan saja pada tumbuhan, melainkan juga pada hewan dan makhluk hidup lainnya.
3. Biosintesa terutama mempelajari pembentukan molekul alam dari molekul lain yang rumit strukturnya dengan melalui endoorganic yang merupakan ciri khas pada proses-proses anabolic dalam metabolisme.
Semula Ilmu Kimia mempunyai 2 spesialisasi yaitu Kimia anorganik dan Kimia Organik. Kimia organic merupakan spesialisasi kimia yang mempelajari phenomena kimia dalam bahan alam atau organisme (makhluk hidup).
Bahan alam selalu menarik perhatian para ahli kimia dan biologi. Sejak sekitar pertengahan abad ke 18- telah dapat dipisahkan beberapa senyawa organic dari makhluk hidup. Sebagai contoh misalnya : Karl Wilhelm sheele (1742-1786) telah berhasil memisahkan senyawa gliserol,asamoksala, laktat dan sitrat dari sumber organik yang berasal dari tumbuhkan dan binatang . Friederich W.Struner (1783-1841). Berhasil memisahkan morfina dari opium dan sebagainya.
Pada tahun 1828 Friedrich Wohler menunjukan bahwa Urea yang terdapat dalam urine ternyata dapat dibuat dalam Laboratorium dengan jalan memanaskan alkali sianat dengan garam almonium. Penemuan ini menjadi babak baru dalam perkembangan sudut padang Kimia organic.
Pada abat XIX Eduard dan Hans Buhner menemukan bahwa ekstrak sel-sel ragi yang telah dirusak atau telah mati tetap dapat menyebabkan terjadinya proses peragian / fermentasi. Penemuan ini membuka kemungkinan dilakukan analisis reaksi-reaksi biokimia secara in vitro (di Laboratorium). Pada tahun 1926 J.B Sumner membuktikan bahwa urease yaitu enzim yang diperoleh dari biji kara pedang (Jack beans) dapat dikristalkan seperti juga senyawa organic lainnya.
Perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan tersebut memacu perkembangan dan spesialisasi dari kimia organic yaitu Biokimia .
Kimia organic pertama kali dikenal dengan nama kimia zat alam dan biokimia satu sama lain saling jalin menjalani tanpa terlihat adanya garis pembatasan yang tegas. Senyawa yang ternyata merupakan hasil samping metabolisme, misalnya pencernaan, pada hakekatnya telah lama diketahui orang dan sebenarnya adalah zat-zat organic. Senyawa organic yang dikenal sebagai karbohidrat dalam biokimia adalah sumber energi metabolisme orang / binatang, tetapi juga merupakan hasil proses fotosintesa dari tumbuhan.
Meskipun biokimia yang pada hakekatnya merupakan spesialisasi dari kimia organic,namun dalam perkembangannya terdapat perbedaannya yang tajam dalam penekanannya yaitu sebagai brikut :
1. Kimia organic terutama mempelajari struktur, sifat-sifat dan fisika secara sintesisnya baik secara alami atau in vivo dari zat-zat kimia, bahan alam misalnya cara pembentukan dan peran biologisnya.
2. Biokimia terutama menekankan pada proses metabolisme primer, yang terdiri dari anabolisme (Reaksi pembentukan) dan katabolisme (Reaksi pemecahan). Metabolisme primer yaitu keseluruhan proses sintesis dan perombakan zat-zat penyusun utama makhluk hidup seperti polisa karida, protein, lemak dan asam nukleat, yang dilakukan oleh organisme untuk kelangsungan hidupnya. Biokimia meliputi sebagian proses-proses kimia organic, bukan saja pada tumbuhan, melainkan juga pada hewan dan makhluk hidup lainnya.
3. Biosintesa terutama mempelajari pembentukan molekul alam dari molekul lain yang rumit strukturnya dengan melalui endoorganic yang merupakan ciri khas pada proses-proses anabolic dalam metabolisme.
BIOKIMIA UMUM
Biokimia
adalah ilmu yang menghubungkan, bahkan sebagai perekat antara disiplin ilmu
kimia dan biologi. Benda mati dan organisme sama-sama dibangun oleh
unsure-unsur kimia yang sama, tetapi berbeda dalam struktur dan tatanan. Sel
dibangun oleh 4 makromolekul yaitu: protein, asam nukleat, karbohidrat, dan
lipid. Keempatnya disebut biomolekul. Makromolekul asam amino disusun oleh dua
puluh -asam amino (alanin, valin, leusin, isoleusin, prolin, metionin,
fenilalanin, triptofam, glisin, serin, treonin, sistein,tirosin, asparagin,
glutamate, lisin, arginin, histidin, as. Aspartat, dan as. Glutamat),
makromolekul karbohidrat disusun oleh tiga monosakarida utama (glukosa, ribosa,
deoksiribosa), makromolekul lipid disusun oleh tujuh komponen utama (gliserol,
cholesterol, as. Lemak jenuh, as. Lemak tak jenuh, fosfatidikholin,
fosfatidilinosetol, asam fosfat), dan asam nukleat disusun oleh delapan komponen
utama (sitosin, urasil, timin, adenine, guanin, as. Fosfat). Pada masa
pertumbuhan ion atau molekul yang masuk akan lebih banyak daripada yang
digantikan, jika sudah tidak mengalami masa pertumbuhan ion atau molekul yang
masuk dan keluar akan seimbang. Proses bongkar pasang ion atau molekul disebut
metabolisme. Metabolisme adalah satu dari 5 proses kehidupan yaitu gerak,
tumbuh, iritabilitas, reproduksi.
Manfaat
Biokimia
Sebagai
suatu disiplin ilmu, ‘biokimia mengalami kemajuan berkat penelitian yang telah
dilakukan oleh para abli biokimia. Manfaat yang diperoleh tampak pada penerapan
hasil-hasil penelitian tersebut.Pada dasarya penerapan biokimia banyak terdapat
dalam bidang pertanian dan kedokteran. Sebagai conton biokimia mempunyai peranan
dalam memecahkan masalah gizi, penyakit-penyakit akibat dari kurang gizi terutama
pada anak-anak. Biokimia juga dapat menjelaskan hal~hal dalam bidang
farmakologi dan toksikologi karena dua bidang ini berhubungan dengan pengaruh
bahan kimia dari luar terhadap metabolisme. Obat-obatan biasanya mempenga¬rubi
jalur metabolik tertentu, misalnya antibiotik penisilin dapat membunuh bakteri
dengan menghambat pembentukan polisakarida pada dinding sel bakteri. Dengan
demikian bakteri akan mati karena tak dapat membentuk dinding sel.Penggunaan
pestisida di bidang pertanian telah kita kenal lama. Pada umumnya pestisida
bekerja dengan jalan menghambat enzim yang bekerja pada hama atau
organism tertentu. Dalam hal ini biokimia berperan dalam meneliti
mekanisme ketja pestisida tersebut sehingga dapat meningkatkan selektivitasnya
dan dengan demikian dapat dicegah dampak negatif terhadap lingkungan hidup yang
dapat ditimbulkannya. Jadi biokimia juga merupakan komponeri penting dalam
pengetahuan tentang lingkungan hidup.Peningkatan kualitas produk dalambidang
pertanian dan peternakan telah dapat diwujudkan dengan menerapkan hasil-hasil
penelitian dalam bidang genetika. Rekayasa genetika pada waktu ini telah dilaksanakan
dan memberi¬kan hasil yang menggembirakan.Di atas telah dijelaskan tentang
manfaat biokimia sebagai suatu disiplin ilmu. Manfaat apakah yang dapat kita
peroleh bagi diri kita sendiri maupun bagi orang lain dengan mempelajari
biokimia ini? Dengan mempelajari biokimia kita mengetahui tentang reaksi-reaksi
kimia penting yang teljadi dalam sel.Hal ini berarti kita dapat memahami
proses-proses yang terjadi dalam tubuh. Dengan demi¬kian diharapkan kita akan
mampu menghindari hal-hal dari luar yang akan mempengaruhi proses dalam sel-sel
tubuh, misalnya kita akan dapat mengaJ;ur makanan yang akan kita makan sehingga
kita memperoleh manfaat dari makanan secara optimal. Contoh lain kita akan
mampu menghindari damp’ak dari suatu lingkungan yang tercemar oleh,Jimbah yang
membahayakan kesehatan.Manfaat mempetajari biokimia tersebut tentu dapat kita
berikan kepada orang lain, masyarakat atau kepada anak didik apabila kita
bekerja sebagai guru. Bagi guru sangat diperlukan adanya suatu wawasan yang
luas. Misalnya dalam mengajarkan ilmu kimia, maka pengetahuan kita tentang
biokimia akan sangat membantu dalam memberikan contoh-contoh yang dapat menarik
perhatian para anak didik. Wawasan yang luas tentang masalah lingkungan hidup
tentu akan meningkatkan gairah qalam proses belajar-mengajar dan hal ini akan
membantu upaya kita dalarn menjaga kelestarian lingkungan yang sehat.
- Sejarah Biokimia
Kebangkitan biokimia diawali
dengan penemuan pertama molekul enzim,diastase, pada tahun 1833 oleh Anselme
Payen. Tahun 1828, Friedrich Wöhlermenerbitkan
sebuah buku tentang sintesis urea, yang membuktikan bahwa senyawa organik dapat dibuat secara mandiri. Penemuan ini bertolak
belakang dengan pemahaman umum pada waktu itu yang meyakini bahwa senyawa
organik hanya bisa dibuat oleh organisme. Istilah biokimia pertama
kali dikemukakan pada tahun 1903 oleh Karl
Neuber, seorang kimiawan Jerman. Sejak saat itu, biokimia semakin berkembang,
terutama sejak pertengahan abad
ke-20, dengan ditemukannya
teknik-teknik baru seperti kromatografi, difraksi sinar X,
elektroforesis, RMI (nuclear magnetic resonance, NMR), pelabelan radioisotop, mikroskop elektron,
dan simulasi dinamika molekular.
Teknik-teknik ini memungkinkan penemuan dan analisis yang lebih mendalam
berbagai molekul dan jalur
metabolik sel,
seperti glikolisis dan siklus
Krebs. Perkembangan ilmu
baru seperti bioinformatika juga banyak membantu dalam peramalan
dan pemodelan struktur molekul
raksasa.
Saat
ini, penemuan-penemuan biokimia digunakan di berbagai bidang, mulai darigenetika hingga biologi molekular dan
dari pertanian hingga kedokteran. Penerapan biokimia yang pertama kali
barangkali adalah dalam pembuatan roti menggunakan khamir, sekitar 5000 tahun yang lalu.Sejalan
.dengan Perkembangan biokimia, para, ahli biologi sel ikut
memberikansumbangannya dalam bidang struktur .sel. Diawali oleh Robert Hooke
pada Abad xvn yang telah melakuk~ observasi terhadap sel-sel, maka perbaikan
atas teknik observasidengan menggunakan mikroskop telah dapat meningkatkan pemahaman
atas struktur yang kompleks.
Pengembangan
mikroskop elektron pada pertengahan Abad XX telahmengakibatkan pemahaman yailg
lebih rinci atas struktur sel, terutama organel…,organel yang terdapat dalam
sel seperti mitokon¬dria, kloroplas dan lain-lain serta fungsi organel-organel
tersebut dalam proses biokimia yang berlangsung dalam sel.
Hal
ini sangat menunjang perkembangan biokimia, baik pemahaman atas struktur
senyawa-senyawa biokimia, maupun identifIkasi reaksi metabolik dalam sel.
Meskipun demikian masih banyak proses kimia dalam kehidupan yang belum dapat
dijelaskan.
Perkembangan
biokimia juga tidak terlepas dari perkembangan yang terjadi pada bidang
pengetahuan genetika. Gagasan tentang adanya gen, yakni unit pembawa
sifat-sifat yang diturunkan oleh individu, timbul dati karya Gregor Mendel pada
pertengahan Abad XIX dan kemudian menjelang Abad XX diketahui bahwa gen
tersebut terdapat pada kromosom. Namun hingga pertengahan Abad XX, belum ada
seorang pun yang dapat mengisolasi gen serta mengetahui struktur kimianya.
Telah diketahui bahwa kromosom itu terdiri
dati protein dan asam aukleat. Struktur kimia dati protein dan asam-nukleat
belum diketahui meskipun pada. tahun 1869 asam nukleat telah dijsolasi
Friedrich Miescher. Pada awal Abad XX kebanyakan ahli biokiinia berpen¬dapat
bahwa hanya protein dengan s~ruktrur yang kompleks yang membawa informasi
genetika, sedangkan asam nukleat dipandang sebagai senyawa yang sederhana•
dalam sel.
Barn pada pertengahan Abad XX ini terbukti
bahwa asam deok¬siribonukleat (DNA) adalah senyawa pembawa informasi genetika.
Suatu kemajuan ilmiah yang sangat penting telah terjadi pada tahun 1953, ketika
James Watson dan Francis Crick menjelaskan tentang struktur DNA yang berbentuk
heliks ganda. Dengan struktur DNA demikian ini dapat dijelaskan pula bagaimana
informasi genetika dapat dilangsungkan sehingga makin bertambahlah pengetahuan
tentang proses-proses “Yang teIjadi dalam -sel hidup. Hal ini jelas merupakan
sumbangan bagi. kemajuan dalam bidang bio¬kimia.
Secara umum dapat •;dikatakan ‘bahwa dalam
Abad XX . ini biokimia mengalami perkembangan :yang pesat. Penelitian dalam
masalah gizi telah menimblllkan penemuan tentang vitamin yang dapat mencegah
seseorang terkena penyakit tertentu. Dengan ma-junya pengetahlian. tentang
.struktur dan sifat protein, telah diketahui bahwa enzim yang meropakan
biokatalis bagi reaksi yang terjadi dalam tubuh adalah suatu protein. Disamping
itu kemajuan atau perkembangan metodeanalisis kromatogrcw, penemuan hasil
antara dalam metabolisme karbohidrat, lemak dan protein, peilemuan struktur
primer, sekunder, tersier dan kuartemer protein serta struk¬tur DNA dan RNA
mempunyai arti y.ang sangat penting da1am perkembangan biokimia. Selain itu
perkembangan biokimia juga dapat terlihat dari banyaknya publikasi baik berupa
buku, majalah atall disertasi yang memuat hasil-hasil penelitian dalam berbagai
bidang dalam biokimia serta penerapannya.
2.
Hubungan Antara Biokimia Dan Ilmu Lainnya
- Kimia Organik, yang mempelajari sifat-sifat biomolekul.
- Biofisika, yang memanfaatkan teknik-teknik fisika untuk mempelajari struktur biomolekul.
- Nutrisi, yang memanfaatkan pengetahuan tentang metabolisme untuk menjelaskan kebutuhan makanan bagi makhluk hidup mempertahankan kehidupan normalnya.
- Kesehatan, yang mencari pemahaman tentang keadaan sakit dari sudut pandang molekular.
- Mikrobiologi, yang menunjukan bahwa organisme sel tunggal dan virus cocok untuk digunakan sebagai sarana pempelajari jalur-jalur metabolisme dan mekanisme pengendaliannya.
- Fisiologi, yang mempelajari proses kehidupan pada tingkat jaringan dan organisme.
- Biologi sel, yang mempelajari pembagian kerja biokimia dalam sel.
- Genetika, yang mempelajari mekanisme penyusunan identitas biokimia sel.
3.
Perkembangan biokimia
Kebangkitan biokimia diawali dengan penemuan pertama molekulenzim, diastase, pada tahun 1833 oleh Anselme
Payen. Tahun1828, Friedrich Wöhler menerbitkan
sebuah buku tentang sintesisurea, yang membuktikan bahwa senyawa organik dapat dibuat secara mandiri. Penemuan ini bertolak
belakang dengan pemahaman umum pada waktu itu yang meyakini bahwa senyawa
organik hanya bisa dibuat oleh organisme. Istilah biokimia pertama
kali dikemukakan pada tahun 1903 oleh Karl
Neuber, seorangkimiawan Jerman. Sejak saat itu, biokimia semakin berkembang,
terutama sejak pertengahan abad
ke-20, dengan ditemukannya
teknik-teknik baru seperti kromatografi, difraksi sinar X,
elektroforesis, RMI (nuclear magnetic resonance, NMR),pelabelan radioisotop, mikroskop elektron,
dan simulasi dinamika molekular.
Teknik-teknik ini memungkinkan penemuan dan analisis yang lebih mendalam
berbagai molekul dan jalur
metabolik sel,
seperti glikolisis dan siklus
Krebs. Perkembangan ilmu
baru sepertibioinformatika juga banyak membantu dalam peramalan
dan pemodelan struktur molekul
raksasa.
Saat
ini, penemuan-penemuan biokimia digunakan di berbagai bidang, mulai dari genetika hingga biologi molekular dan
daripertanian hingga kedokteran. Penerapan biokimia yang pertama kali
barangkali adalah dalam pembuatan roti menggunakan khamir, sekitar 5000 tahun yang lalu.
Untuk
memberikan pemahaman mengenai konsep-konsep dasar yang terjadi dalam berbagai
proses dalam kehidupan, maka diberikanlah Modul pengantar Biokimia ini yang
dibagi menjadi empat mata ajaran utama yaitu :
- Protein
Protein merupakan makromolekul terbanyak dalam makhluk hidup dan
mempunyai berbagai peranan penting. Protein terpenting adalah enzim yang
merupakan biokatalisator dalam sel. Selain itu protein juga berfungsi sebagai
alat transport (hemoglobin), alat pertahanan tubuh (antibodi), hormon, dan
lain- lain.
- DNA dan Ekspresi Genetik
DNA mengandung informasi genetik yang kemudian disalin dan
diterjemahkan sehingga dibentuk asam amino yang kemudian menjadi protein. Juga
dibahas mengenai DNA rekombinan, rekayasa genetik dan proyek human
genome.
- Membran & Komunikasi antar sel.
Setiap sel makhluk hidup dibungkus oleh membran yang menyebabkan
isi sel tidak bercampur dengan luar sel. Walaupun dilapisi oleh membran, tetap
terjadi interaksi antara sel yang satu dengan sel yang lain karena adanya
komunikasi antar sel yang diperantarai oleh berbagai caraka kimia dan
reseptornya pada membran dan diteruskan dengan berbagai proses dalam sel.
- Tranduksi Energi & Metabolisme.
Metabolisme membahas bagaimana caranya terbentuk energi (ATP)
dalam bioenergetika. Juga dibahas mengenai bagaimana caranya makromolekul yang
diperoleh dari makanan dapat diolah menjadi mikromolekul sehingga dapat
digunakan tubuh untuk menghasilkan energi. Juga dibicarakan bagaimana
makromolekul dapat dibentuk di dalam tubuh dari prekursornya beserta proses
pengaturannya dan enzim-enzim yang berperan. Selain itu, dibahas juga mengenai
metabolisme non-nutrien, seperti nukleotida, porfirin dan xenobiotik.
TIGA HAL YANG DIBUTUHKAN SEL:
1. Energi, hal yang perlu
diketahui adalah cara :
·
Memperolehnya
·
Mengubahnya
·
Memanfaatkannya
2. Molekul
Sederhana, hal yang perlu diketahui adalah cara :
·
Mengubahnya
·
Mempolimerisasikan
·
Mendegrasinya
3. Mekanisme
Kimia, untuk :
·
Memperoleh energi
·
Menjalankan reaksi kimia
·
Mensintesis dan mendegrasi makromolekul
·
Mempertahankan suatu keadaan steady state yang dinamis
·
Swarakit kembali struktur yang kompleks
·
Menggandakan diri secara akurat dan efisien
·
Mempertahankan keteraturan proses biokimia
Manfaat Biokimia
Biokimia
merupakan salah satu cabang ilmu kimia yang mempelajari mekanisme reaksi dari
makhluk hidup. Ilmu kimia tentunya memiliki peranan yang sangat penting karena
cakupan materinya mempelajari tentang kehidupan makhluk hidup mulai dari
organisme sederhana sampai kompleks. Manusia merupakan organisme kompleks.
Bahasan mengenai sistem reaksi kimia dalam manusia sangat menarik sehingga ilmu
ini sangat penting karena dengan mempelajari ilmu ini, kita dapat mengetahui
tentang diri kita sendiri dengan penjelasan ilmiah.
Tujuan mempelajari biokimia adalah untuk
mempelajari hal kimia yang mendasari fenomena biologis. Dalam bahasannya,
biokimia menyajikan proses bagaimana makhluk hidup itu melangsungkan
kehidupannya dan bertahan hidup dengan proses kimia yang terjadi dalam tubuh.
Makhluk hidup itu bernafas, bergerak, bereproduksi, makan dan minum dan juga
dapat melakukan berbagai aktivitas lainnya. Bagaimana makhluk hidup dapat
melakukan proses itu sedangkan benda mati tidak? Makhluk hidup tersusun atas
substansi hidup yang disebut protoplasma sedangkan benda mati tidak. Proses
yang paling membedakan organisme dengan benda mati adalah kemampuan reproduksi.
Untuk semua makhluk hidup, sel merupakan pusat kegiatan dan sel merupakan
kesatuan dasar untuk bereproduksi.
Biokimia mendeskripsikan stuktur, organisasi, dan
fungsi dalam molekul makhluk hidup. Adapun prinsip ilmu biokimia adalah
mempelajari stuktur kimia dari komponen mahluk hidup dan hubungan antara
struktur kimia dengan fungsi biologis, mempelajari metabolisme yaitu
keseluruhan reaksi kimia dalam mahluk hidup, mempelajari proses kimia dan
substansi yang menyimpan dan mengirimkan informasi biologis, serta molekul
genetis (sifat keturunan).
Seiring dengan perkembangan zaman, ilmu biokimia
juga mengalami perkembangan. Perkembangannya itu menjalar ke hampir semua
bidang yaitu kedokteran, farmasi, pertanian, dan memberikan perkembangan
kemajuan dalam ilmu biologi. Sebagai conton biokimia mempunyai peranan dalam
memecahkan masalah gizi, penyakit-penyakit akibat dari kurang gizi terutama
pada anak-anak. Dalam bidang farmakologi dan toksikologi. Obat-obatan biasanya
mempengaruhi jalur metabolik tertentu, misalnya antibiotik penisilin dapat
membunuh bakteri dengan menghambat pembentukan polisakarida pada dinding sel
bakteri.
Dalam bidang pertanian, biokimia berperan dalam
meneliti mekanisme kerja pestisida tersebut sehingga dapat meningkatkan
selektivitasnya sehingga dapat mencegah dampak negatif terhadap lingkungan
hidup. Dalam bidang kesehatan, dapat memahami tubuh sehingga mampu menjaga
kesehatan dan dapat melakukan penanganan suatu penyakit secara efektif.
Contohnya adalah seperti yang ditulis oleh Prof. Dr. Hiromi Shinya dalam buku
Miracle of Enzyme mengatakan bahwa enzim itu memiliki peranan penting dalam
hidup. Setiap tubuh manusia sudah diberi “modal” oleh alam bernama enzim-induk
dalam jumlah tertentu yang tersimpan di dalam “lumbung enzim-induk” .
Enzim-induk ini setiap hari dikeluarkan dari “lumbung”-nya untuk diubah menjadi
berbagai macam enzim sesuai keperluan hari itu. Semakin jelek kualitas makanan
yang masuk ke perut, semakin boros menguras lumbung enzim-induk. Mati, menurut
dia, adalah habisnya enzim di lumbung masing-masing. Maka untuk bisa berumur
panjang, awet muda, tidak pernah sakit, dan langsing haruslah menghemat
enzim-induk itu.
Penjelasan diatas merupakan contoh dari manfaat
ilmu biokimia walaupun sebenarnya bukan hanya biokimia yang berperan disitu.
Disana ada ilmu kedokteran, biologi, farmakologi, pertanian yang semuanya
saling bersinergi karena kaitan pelajaran mereka masih sama yaitu membahas
mengenai makhluk hidup hanya saja kajian dan fokus masalah mereka berbeda.
Hanya saja cakupan biokimia cukup luas karena membahas mengenai semua makhluk
hidup. Mempelajari mekanisme reasinya mulai dari organisme terkecil hingga
kompleks.
Jadi, sebenarnya ilmu kimia itu asyik walaupun
susah. Tidak heran jika dalam ilmu exact science, kimia sering dijuluki sebagai
king of science. Saya sendiri orangnya bukanlah orang pintar kimia. Tapi karena
kimia itu menarik, sehingga diperguruan tinggi saya mengambil jurusan kimia.
Alhamdulillah, dari belajar ilmu kimia, banyak pengetahuan yang bisa kita
dapatkan mengenai sains. Salah satunya dari cabang imu kimia yaitu biokimia.
Bagi anda yang tidak suka kimia, berusahaah menyukai pelajaran ini karena kimia
itu asyik ^^
Manfaat
BIOKIMIA
Setelah postingan Manfaat BIOKIMIA
ini, saya juga akan banyak membahas tentang BIOKIMIA. pada Kesempatan ini saya
postingkan untuk temen-temen yang ingin mengerti Manfaat BIOKIMIA, Manfaat
BIOKIMIA bisa anda baca sebagai berikut
Manfaat BIOKIMIA
Sebagai suatu disiplin• ilmu, ‘biokimia mengalami kemajuan ber¬kat penelitian yang telah dilakukan oleh para abli biokimia. Manfaat yang diperoleh tampak pada penerapan hasil-hasil peneli¬tian tersebut.
Pada dasarya penerapan biokimia banyak terdapat dalam bidang pertanian dan kedokteran. Sebagai conton biokimia mempunyai peranan dalam memecahkan masalah gizi, penyakit-penyakit akibat dari kurang gizi temtama pada anak-anak. Biokimia juga dapat menjelaskan hal~hal dalam bidang farmakologi dan toksikologi brena dua bidang ini berhubungan dengan pengaruh bahan kimia dari luar terhadap metabolisme. Obat-obatan biasanya mempenga¬rubi jalur metabolik tertentu, misalnya antibiotik penisilin dapat membunuh bakteri dengan menghambat pembentukan polisakarida pada dinding sel bakteri. Dengan demikian bakteri akan mati karena tak dapat membentuk dinding sel.
Penggunaan pestisida di bidang pertanian telah kita kenal lama. Pada umumnya pestisida bekerja dengan jalan menghambat enzim yang bekerja pada hama atau organisme ter:tentu.
Dalam hal ini biokimia berperan dalam meneliti mekanisme ketja pestisida tersebut sehingga dapat meningkatkan selektivitasnya dan dengan demikian dapat dicegah dampak negatif terhadap lingkungan hidup yang dapat ditimbulkannya. Jadi biokimia juga merupakan komponeri penting dalam pengetahuan tentang lingkungan hidup.
Peningkatan kualitas produk dalambidang pertanian dan peternakan telah dapat diwujudkan dengan menerapkan hasil-hasil penelitian dalam bidang genetika. Rekayasa genetika pada waktu ini telah dilaksanakan dan memberi¬kan hasil yang menggembirakan.
Di atas telah dijelaskan tentang manfaat biokimia sebagai suatu disiplin ilmu. Manfaat apakah yang dapat kita peroleh bagi diri kita sendiri maupun bagi orang lain dengan mempelajari biokimia ini? Dengan mempelajari biokimia kita mengetahui tentang reaksi-reaksi kimia penting yang teljadi dalam sel.
Hal ini berarti kita dapat memahami proses-proses yang terjadi dalam tubuh. Dengan demi¬kian diharapkan kita akan mampu menghindari hal-hal dari luar yang akan mempengaruhi proses dalam sel-sel tubuh, misalnya kita akan dapat mengaJ;ur makanan yang akan kita makan sehingga kita memperoleh manfaat dari makanan secara optimal. Contoh lain kita akan mampu menghindari damp’ak dari suatu lingkungan yang tercemar oleh,Jimbah yang membahayakan kesehatan.
Manfaat mempelajari biokimia tersebut tentu dapat kita berikan kepada orang lain, masyarakat atau kepada anak didik apabila kita bekerja sebagai guru. Bagi guru sangat diperlukan adanya suatu wawasan yang luas. Misalnya dalam mengajarkan ilmu kimia, maka pengetahuan kita tentang biokimia akan sangat membantu dalam memberikan contoh-contoh yang dapat menarik perhatian para anak didik. Wawasan yang luas tentang masalah lingkungan hidup tentu akan meningkatkan gairah qalam proses belajar-mengajar dan hal ini akan membantu upaya kita dalarn menjaga kelestarian lingkungan yang sehat.
Manfaat BIOKIMIA
Sebagai suatu disiplin• ilmu, ‘biokimia mengalami kemajuan ber¬kat penelitian yang telah dilakukan oleh para abli biokimia. Manfaat yang diperoleh tampak pada penerapan hasil-hasil peneli¬tian tersebut.
Pada dasarya penerapan biokimia banyak terdapat dalam bidang pertanian dan kedokteran. Sebagai conton biokimia mempunyai peranan dalam memecahkan masalah gizi, penyakit-penyakit akibat dari kurang gizi temtama pada anak-anak. Biokimia juga dapat menjelaskan hal~hal dalam bidang farmakologi dan toksikologi brena dua bidang ini berhubungan dengan pengaruh bahan kimia dari luar terhadap metabolisme. Obat-obatan biasanya mempenga¬rubi jalur metabolik tertentu, misalnya antibiotik penisilin dapat membunuh bakteri dengan menghambat pembentukan polisakarida pada dinding sel bakteri. Dengan demikian bakteri akan mati karena tak dapat membentuk dinding sel.
Penggunaan pestisida di bidang pertanian telah kita kenal lama. Pada umumnya pestisida bekerja dengan jalan menghambat enzim yang bekerja pada hama atau organisme ter:tentu.
Dalam hal ini biokimia berperan dalam meneliti mekanisme ketja pestisida tersebut sehingga dapat meningkatkan selektivitasnya dan dengan demikian dapat dicegah dampak negatif terhadap lingkungan hidup yang dapat ditimbulkannya. Jadi biokimia juga merupakan komponeri penting dalam pengetahuan tentang lingkungan hidup.
Peningkatan kualitas produk dalambidang pertanian dan peternakan telah dapat diwujudkan dengan menerapkan hasil-hasil penelitian dalam bidang genetika. Rekayasa genetika pada waktu ini telah dilaksanakan dan memberi¬kan hasil yang menggembirakan.
Di atas telah dijelaskan tentang manfaat biokimia sebagai suatu disiplin ilmu. Manfaat apakah yang dapat kita peroleh bagi diri kita sendiri maupun bagi orang lain dengan mempelajari biokimia ini? Dengan mempelajari biokimia kita mengetahui tentang reaksi-reaksi kimia penting yang teljadi dalam sel.
Hal ini berarti kita dapat memahami proses-proses yang terjadi dalam tubuh. Dengan demi¬kian diharapkan kita akan mampu menghindari hal-hal dari luar yang akan mempengaruhi proses dalam sel-sel tubuh, misalnya kita akan dapat mengaJ;ur makanan yang akan kita makan sehingga kita memperoleh manfaat dari makanan secara optimal. Contoh lain kita akan mampu menghindari damp’ak dari suatu lingkungan yang tercemar oleh,Jimbah yang membahayakan kesehatan.
Manfaat mempelajari biokimia tersebut tentu dapat kita berikan kepada orang lain, masyarakat atau kepada anak didik apabila kita bekerja sebagai guru. Bagi guru sangat diperlukan adanya suatu wawasan yang luas. Misalnya dalam mengajarkan ilmu kimia, maka pengetahuan kita tentang biokimia akan sangat membantu dalam memberikan contoh-contoh yang dapat menarik perhatian para anak didik. Wawasan yang luas tentang masalah lingkungan hidup tentu akan meningkatkan gairah qalam proses belajar-mengajar dan hal ini akan membantu upaya kita dalarn menjaga kelestarian lingkungan yang sehat.
Pengertian & Perbedaan Atom, Molekul, Ion, Unsur, Senyawa, Campuran Oktober 9, 2011
Posted by ahmad in Mineralogi, opini.
Tags: atom, campuran, ion, molekul, partikel, pengertian, perbedaan, senyawa
trackback
Tags: atom, campuran, ion, molekul, partikel, pengertian, perbedaan, senyawa
trackback
Ada yang tahu pengertian istilah2 diatas?, Mungkin beberapa dari kita, termasuk saya sendiri begitu dan masih sangat bingung dengan berbagai per-istilahan dalam bidang kimia.
Istilah – istilah tersebut sebenarnya sering kita dengar. Saking seringnya mendengar, kita anggap hal tersebut adalah hal lumrah, sehingga dianggap tidak perlu kita pertanyakan/permasalahkan, bahkan mungkin kita anggap hal tersebut sebagai hal2 biasa/sepele.
Walaupun begitu, tidak jarang ketika kita ditanya pengertian istilah2 diatas, yang ada malah “TINGTONG”, alias kebingungan, nah lho??.
Belakangan ini sy pun sadar hal itu.
8O “Sadar/dasar emang lo nya aj yg gtw?? ngapain aja dulu sekolah?? “
:mrgreen: terserah ah, yg penting gw masih mau berlajar lagi..
Berikut pengertian & perbedaan Atom, Molekul, Ion, Unsur, Senyawa, Campuran, yang sy rangkum, juga ta buat oret2annya, mudah2an jd ngerti. Maaf jika ada penjelasan yang salah/kurang pas, nanti boleh ditanya ke guru/dosennya ya :)
PARTIKEL PENYUSUN MATERI/ZAT
Partikel adalah sebuah satuan dasar dari benda atau materi. Bisa juga dikatakan Partikel merupakan satuan bagian terkecil dari suatu materi. Jenis Partikel ini ada 3 yaitu: atom, molekul, dan ion. Jadi baik atom, molekul, dan ion ke tiga-nya merupakan satuan terkecil dari materi yg secara umum disebut partikel
1. Atom adalah: Satuan terkecil dari suatu materi yang terdiri atas inti, yang biasanya mengandung proton (muatan+) dan neutron (netral), dan kulit yang berisi muatan negatif yaitu elektron. Ada juga yang menyebutkan bahwa atom adalah partikel penyusun unsur.
Kedua pengetian ini semuanya benar. Yang pasti atom itu :
– punya proton, neutron, elektron, (kecuali pd Hidrogen-1, yg tidak memiliki neutron)
– punya karekteristik tertentu, yaitu punya jumlah proton dan elektron yang sama (jika tdk sama disebut ion)
– atom2 yang punya karakteristik yang sama dinamakan unsur,
Analogi sederhana: Setiap orang yang sering membaca, kita sebut sikutu buku, ceritanya kita punya 4 teman yang punya hobi membaca, sehingga kita simpulkan keempat teman kita ini sikutubuku karena punya kebiasaan yang sama. Jadi
teman kita= atom,
sama2 hobi baca= punya jumlah proton&elektron sama/ berkarakter sama,
sikutu buku=unsur
Anggapan yang salah
– gabungan/ikatan beberapa atom akan membentuk unsur (SALAH).
Yang benar: unsur adalah nama untuk kumpulan/himpunan atom yang punya karakter yang sama. Gabungan/ikatan dari beberapa atom bukan membentuk unsur tapi membentuk molekul. Bedakan himpunan dan ikatan..!
2. Molekul adalah: Gabungan dari beberapa atom unsur, bisa dua atau lebih. Artinya ketika berbicara molekul maka yang dibayangkan adalah gabungan atom2 (bukan 1 atom). Molekul adalah partikel terkecil dari suatu unsur/senyawa
– Jika gabungan dari atom unsur yang sama jenisnya maka disebut Molekul Unsur, Contohnya: O2, H2, O3, S8
– Jika gabungan dari atom unsur yang berbeda jenisnya maka disebut Molekul Senyawa, Contohnya: H2O, CO2, C2H5
3. Ion adalah: atom yang bermuatan listrik, ion yang bermuatan listrik disebut kation, dan ion yang bermuatan negatif disebut anion. Kation dan anion dapat berupa ion tunggal hanya terdiri dari satu jenis atom atau dapat pula berupa ion poliatom mengandung dua atau lebih atom yang berbeda.
Beberapa Kesimpulan:
Unsur itu partikelnya bisa berupa atom/molekul unsur. Unsur2 yang partikelnya berupa atom, berarti unsur tersebut bisa berdiri sendiri atau hanya mengandung satu atom saja, penulisannya ditulis dengan lambang unsurnya, misalnya C (karbon), He (Helium). Bila partikelnya berupa molekul maka artinya unsur tersebut dibentuk dari gabungan atom yang berjenis sama, dia tidak bisa berdiri sendiri, unsur2 tersebut ditulis dengan lambang unsurnya disertai dengan jumlah atom penyusunya. Contohnya: O2, H2. Makanya unsur oksigen tidak pernah ditulis hanya huruf O saja, melainkan ditambah angka 2 sebagai arti bahwa Unsur ini dibentuk dari 2 atom oksigen.
JENIS-JENIS MATERI/ZAT
Materi/Zat secara umum dibagi menjadi 2 bagian yaitu zat tunggal dan campuran. Zat tunggal dapat berupa unsur, atau berupa senyawa. Sedangkan campuran dapat berupa campuran homogen atau berupa campuran heterogen.
1. Unsur adalah: Sekelompok atom yang memiliki jumlah proton yang sama pada intinya. Jumlah ini disebut sebagai nomor atom unsur. Unsur didefinisikan pula sebagai zat tunggal yang sudah tidak bisa dibagi-bagi lagi menjadi bagian yang lebih kecil.
Saya hanya ingin menekankan “unsur hanyalah sebutan saja untuk atom-atom yg yang punya karakter sama (punya jumlah proton yg sama)”. Sebagai contoh, semua atom yang memiliki 6 proton pada intinya adalah atom dari unsur kimia karbon, dan semua atom yang memiliki 92 proton pada intinya adalah atom unsur uranium.
Bisa dibilang unsur adalah atom itu sendiri, contohnya: jika ada H2O, maka kita bisa bilang: terdiri dari 2 atom hidrogen, dan 1 atom oksigen, padahal Hidrogen dan oksigen keduanya adalah unsur.
2. Senyawa: Senyawa adalah zat tunggal yang terdiri atas beberapa unsur yang saling kait-mengait. Senyawa dibentuk dari minimal 2 unsur yang berbeda. Walaupun dibentuk dari unsur yang berbeda, namun senyawa tetap disebut zat tunggal, karena sifat-sifat unsur yang membentuknya tidak dapat di temukan pada senyawa. Dengan kata lain
Senyawa telah menjelma menjadi zat yang baru.
Contoh:
Reaksi antara Hidrogen(H) dan oksigen (O2), diperoleh zat baru yang disebut air, yaitu:
H + O2 ——–> H2O
Pada reaksi tersebut, dihasilkan zat baru yang sifatnya berbeda dari unsur-unsur penyusunnya. Hidrogen adalah gas yang sangat ringan dan mudah terbakar, sedangkan oksigen adalah gas yang terdapat di udara yang sangat diperlukan tubuh kita untuk pembakaran. Tampak jelas bahwa sifat air berbeda dengan sifat hidrogen dan oksigen.
Ciri khas senyawa adalah dia mempunyai perbandingan massa penyusun yang tetap, air tersusun dari oksigen dan hidrogen dengan perbandingan massa unsur oksigen banding hidrogen adalah selalu 8 : 1
Perbedaan Senyawa dan molekul
“setiap senyawa adalah molekul namun setiap molekul belum tentu senyawa”. Senyawa adalah gabungan minimal 2 atom berbeda, sedangkan molekul gabungan minimal 2 atom bisa sama bisa juga berbeda.
3. Campuran: Zat yang tersusun dari beberapa zat yang lain jenis dan tidak tetap susunannya dari unsur dan senyawa. Campuran merupakan materi yang terdiri dari dua atau zat tunggal. Materi yang kita jumpai sehari-hari hampir semuanya campuran. Bahkan kita sering membuat campuran bahan, misalnya ketika kita membuat kopi atau teh manis.
Campuran dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu:
- Campuran homogen = Larutan
- Campuran Heterogen = Suspensi, dan
- Campuran yang keadaannya antara suspensi dan larutan = Koloid
Contoh larutan gula, kita tidak bisa membedakan mana gula mana air dalam larutan gula. Beberapa contoh larutan adalah larutan garam, larutan asam basa dan lain-lain.
3.2. Suspensi adalah: Suspensi adalah campuran kasar dan bersifat heterogen. Ukuran partikel suspensi lebih dari 100 nm.
Contoh suspensi adalah campuran terigu dalam air, apakah masih tampak terigu tersebut ? Jawabannya Ya, Masih. Campuran ini awalnya tampak seperti larutan yang keruh, tetapi lambat laun terpisah karena pengaruh gravitasi (mengalami pengendapan). Suspensi dapat dipisahkan melalui penyaringan. Contoh suspensi yang lain misalnya kapur dengan air, tanah dengan air, es cendol, campuran batu kali dengan pasir dan lain-lain.
3.3. Koloid adalah: Koloid adalah campuran yang terdiri dari partikel terdispersi dan pertikel pendispersi. Ukuran partikel koloid terletak antara 1 nm – 100 nm. Atau dengan kata lain ukuran partikel koloid keadaannya antara suspensi dan larutan.
Contoh koloid adalah air susu, santan, air sabun, dan cat. Koloid tampak keruh tetapi stabil (tidak memisah/mengendap). Bahan dalam campuran koloid tidak dapat dipisahkan melalui penyaringan biasa, melainkan dengan menggunakan penyaring ultra.
Beberapa contoh koloid yang lain adalah susu, buih, santan, agar-agar, mutiara, gelas berwarna dan lain-lain
sumber:
http://www.e-dukasi.net
http://www.wikipedia.com
http://www.kimiadahsyat.blogspot.com
1
Tidak ada komentar:
Posting Komentar