BAB I
PENDAHULUAN
1.2 Latar Belakang
Elektrode kaca penginderaan pH pertama
diberikan kepada Cremer, yang pertama kali menggambarkannya pada tahun 1906 di
makalahnya (Meyerhoff dan Opdeycke).
Pada tahun
1949, George Perley menerbitkan sebuah artikel tentang hubungan komposisi kaca
untuk fungsi pH (Frant). Untuk sementara ada berbagai makalah berurusan
dengan formulasi berbagai dan kontribusi penting yang dibuat (Covington).
Pembangunan komersial ISE (Ion Selektif Elektroda) dimulai ketika
seorang insinyur bernama John Riseman pikir dia bisa mengembangkan analisa
darah-gas berguna. Dia bekerja sama dengan Dr James Ross, seorang
elektrokimiawan dari MIT. Bersama-sama mereka membentuk Orion Penelitian
(Frant). Pada pertengahan 1960-an, Orion baru terbentuk Penelitian Inc
memproduksi elektroda Kalsium untuk digunakan dalam analisis gas darah (Frant,
1994). Sejak itu banyak probe telah dikembangkan untuk analisis sampel yang
mengandung ion yang berbeda.
Elektroda selektif ion adalah elektroda yang responsif
terhadap spesi ion. Elektroda ini terbagi menjadi dua bagian yaitu elektroda
membran kristal dan elektroda non kristal.Elektroda selektif-ion (ESI)
merupakan suatu alat yang digunakan untuk menentukan secara kuantitatif dari
ion-ion, molekul-molekul atau spesi-spesi tertentu, karena elektroda tersebut
merupakan elektrokimia yang akan berubah secara reversibel terhadap perubahan
keaktifan dari spesi-spesi yang diukur. Pada dasarnya cara analisis dengan
menggunakan elektroda selektif ion adalah menentukan potensial dari larutan
yang akan diukur sehingga penentuan dengan cara ini termasuk di dalam metode
potensiometri.Metoda potensiometri telah digunakan untuk mendeteksi titik akhir
titrasi.Sekarang, metode ini dapat digunakan secara langsung untuk menentukan
konsentrasi suatu ion (Ion selective electrode)
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa
pengertian dari ion selektif elektroda?
2. Apa
prinsip dari ion selektif elektroda?
3. Bagaimana
skema pengukuran ion selektif elektroda?
4. Bagaimana
kalibrasi ion selektif elektroda?
5. Apa
saja sumber kesalahan dalam penggunaan ion selektif elektroda?
1.3 Tujuan
1. Untuk
mengetahui pengertian dari ion selektif elektroda.
2. Untuk
mengetahui prinsip dari ion selektif elektroda.
3. Untuk
mengetahui skema pengukuran ion selektif elektroda.
4. Untuk
mengetahui kalibrasi ion selektif elektroda.
5. Untuk
mengetahui sumber kesalahan dalam penggunaan ion selektif elektroda.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pengertian Ion Selektif Elektroda
Ion selektif electrode (ISE) adalah
electrode membrane yang selektif merespon keberadaaan ion lain dalam
larutan, juga spesifik menyelidiki keberadaan gas dan ion dalam
larutan. Yang paling umum digunakan yaitu ion selektif elektrode untuk pH.
Ion lain yang dapat diukur menggunakan ISE seperti,flour, bromide, cadmium, dan
gas-gas dalam larutan seperti NH3, CO2 dan NO2. Ion selektif electroda
memberikan respon potensial tertentu pada ion yang spesifik. Untuk potensial
standart digunakan potensial dari ion H+ yang dipakai pada pH meter.
Perbedaan potensial yang dihasilkan diantara dua electrode akan tergantung pada
aktivitas ion yang spesifik dalam larutan. Aktivitas ion terkait pada
konsentrasi ion spesifik, sehingga memungkinkan untuk analisis ukuran ion yang
spesifik. Beberapa ISE teleh dikembangkan untuk beberapa ion yang berbeda. Ion
selektif elektroda termasuk yang paling umum digunakan (pH electrode) bekerja
dengan prinsip dasar dari sel galvanic. Dengan mengukur potensisl listrik yang
dihasilkan oleh membrane pada ion tertentu dan dibandingkan dengan reference
elecctrode. Kekuatan beda potensial yang dihasilkan sebanding dengan
konsentrasi dari ion yang terukur (selektif). Rumus dasar yang digunakan pada
sel galvanic yaitu:
Esel = EISE– Eref
Potensial sel
dibanding dengan potensial ISE dikurangi potensial reference electrode. Seperti
telah diketahui, ISE yang paling umum digunakan yaitu pH electroda yang
mengandung membrane gelas tipis yang merespon konsentrasi H+ dalam
larutan.Perbedaan pada permukaan membrane ISE ditentukan dari persamaan :
E = K – (2.303RT/nF) log (a)
Dimana :
K = konstanta untuk menghitung
semua potensial ion.
R = konstanta gas
T = temperaturen = jumlah electron
yang berpindah
F = konstanta
Faradaya = aktivitas ion analit
dalam larutan
Dengan
memplotkan potensial yang diukur versus log(a) akan diperoleh kurvalinier. Skema
pengukuran menggunakan ISE yaitu :
ISE komersial sering menggabungkan dua elektode menjadi satu
unit seperti pada pH meter.
ISE fluoride yang sering digunakan,
seperti pada percobaan kali ini berupa solid-state mono-crystalline membrane.
Electrode ini didesign untuk mendeteksi ion fluoride (F-) didalam larutan, dan
cocok digunakan untuk laboratorium dan aplikasi. Ion fluoride merupakan ion
monovalen dengan massa 18.998 gram, 1000 ppm sama dengan 0.053 M.
Spesifikasi fisik dari ISE fluoride :
Panjang body tanpa kontak emas : 130 mm
Panjang body dengan kontak emas : 140 mm
Diameter body : 8 mmDC resistansi pada 25oC< 2.5 m
Ohm volume minimum sampel : 5 mL
ISE fluoride komersial
Penentuan konsentrasi suatu analit
tertentu menggunakan ion selektif electrode dapat dilakukan dengan
pengukuran langsung terhadap konsentrasi atauaktivasi ion yang dikenal dengan
teknik potensiometri langsung. Dimana dalamhal ini konsentrasi atau aktivasi
ion analit ditentukan melalui kurva kalibrasi yang di peroleh dari pengukuran
potensial pada konsentrasi ion standart yang telah diketahui dengan pasti
2.2 Prinsip Kerja Ion
Selektif Elektroda
Elektroda
Selektif ion (ESI) adalah sel paro elektrokimia (elektroda) yang menggunakan
membran selektif ion sebagai elemen pengenal (sensor), karenanya ESI akan
lebih merespon analit yang disensornya dibandingkan ion lain yang berada
bersama-sama dalam sampel. Membran merupakan lapisan tipis bersifat
semipermeabel yang memisahkan 2 fasa dengan permeabilitas yang terkontrol.
Pada saat kontak dengan larutan analit, bahan aktif membran akan mengalami disosiasi menjadi ion-ion bebas pada antarmuka membran dengan larutan. Jika anion yang berada dalam larutan dapat menembus batas antarmuka membran dengan larutan yang tidak saling campur, maka akan terjadi reaksi pertukaran ion dengan ion bebas pada sisi aktif membran sampai mencapai kesetimbangan elektrokimia.
Pada saat kontak dengan larutan analit, bahan aktif membran akan mengalami disosiasi menjadi ion-ion bebas pada antarmuka membran dengan larutan. Jika anion yang berada dalam larutan dapat menembus batas antarmuka membran dengan larutan yang tidak saling campur, maka akan terjadi reaksi pertukaran ion dengan ion bebas pada sisi aktif membran sampai mencapai kesetimbangan elektrokimia.
2.3 Skema Pengukuran
![]() |
Ion selektif electrode memberikan respon potensial tertentu pada ion yang
spesifik. Untuk potensial standart digunakan potensial dari ion H+yang
dipakai pada pH meter.
Perbedaan potensial yang dihasilkan
diantara dua electrode akantergantung pada aktivitas ion yang
spesifik dalam larutan.Aktivitas ion terkait
pada konsentrasi ion yang spesifik, sehingga memungkink
untuk analisis ukuran ion yang spesifik. Beberapa ISE telah
dikembangkanuntuk bebrapa ion yang berbeda.
Ion selektif electrode termasuk yang paling umum digunakan (pH electrode) bekerja dengan prinsip dasar dari sel
galvanic.
Contoh
penerapan dalam pH meter
Dengan mengukur potensial listrik yang dihasilkan oleh membrane pada ion
tertentu dan dibandingkan dengan reference electrode.Kekuatan beda potensial yang dihasilkan
sebanding dengan konsentrasi dari ion yang terukur (selektif).
Elektroda selektif ion Sebuah
elektroda dimana potensial membrannya merupakan fungsi konsentasi dari satu ion
tertentu.Elektroda selektif ion Sebuah elektroda dimana potensial membrannya
merupakan fungsi konsentasi dari satu ion tertentu.
Adapun klasifikasi elektroda
selektif ion berdasarkan membrane yang digunakan adalah sebagai berikut:
·
Membran Kristal
Terdiri atas
Kristal tunggal(contoh LiF3- untuk F-) Polikristalin atau Kristal Campuran
(contoh Ag2S untuk S2- dan Ag+)
·
Non kristalin membrane
Terdiri atas
gelas (contoh gelas silikat untuk Na+ dan H+), cairan (contoh cairan
penukar ion untuk Ca+ dan pembawa netral untuk K+) dan cairan polimer
(contoh polivinil klorida untuk Na+ dan NO-)
Dapat dikatakan bahwa elektroda ion
selektif terdiri atas membrane yang responsive secara selektif terhadap suatu
spesies ion tertentu dan mengadakan kontak bagian luarnya dengan larutan yang
ditentukan. Sedang bagian dalam berisi larutan yang mempunyai aktivitas
tertentu yang mengadakan kontak dengan elektroda pembanding.
Elektroda ini mengandung membran
gelas, kristal atau cairan yang mempunyai sifat : perbedaan potensial antara
membran dan elektrolit yang kontak dengan membran tersebut ditentukan oleh
aktifitas dari ion tertentu.
Berikut ini
adalah contoh Ion Selektif elektroda yang menggunakan membrane Kristal :
Elektroda
membran yang paling tua dan paling banyak digunakan adalah elektroda gelas.
Elektroda ini dikatakan selektif-ion karena hanya spesifik untuk ion H+ .
Elektroda ini dapat dilihat pada Gambar.
Elektroda gelas
ini terdiri dari membran yang sangat tipis yang terbuat dari gelas yang
permeabel terhadap ion H+. Elektroda Ag|AgCl dicelupkan ke dalam larutan buffer
yang mengandung ion Cl-. Kadang-kadang digunakan juga elektroda kalomel untuk
mengganti elektroda Ag|AgCl. Elektroda gelas terutama digunakan pada pengukuran
pH.
2.4 Kalibrasi
Kalibrasi dilakukan dengan cara merendam elektroda dalam
serangkaian solusi konsentrasi dikenal dan merencanakan grafik pembacaan mV
versus log kegiatan (atau kegiatan yang sebenarnya pada logaritmik X-axis). Ini
harus memberikan garis lurus selama rentang konsentrasi seluruh linier. Namun,
seperti disebutkan di atas, aktivitas sulit untuk menentukan dalam solusi yang
kompleks dan umumnya lebih berguna untuk unit konsentrasi plot. Dalam hal ini
pengaruh koefisien aktivitas variabel dalam larutan dengan kekuatan ion yang
tinggi dapat diminimalkan dengan menambahkan Buffer Kekuatan Penyesuaian Ionic
untuk semua standar dan sampel - tetapi perhatikan keterbatasan ini rinci dalam
bab sebelumnya. Namun demikian, harus dicatat bahwa jika sampel yang akan
diukur cenderung memiliki kekuatan ionik total kurang dari sekitar 0.01M untuk
ion monovalen (0.001M untuk ion divalen) maka efek aktivitas harus signifikan
dan tidak mungkin diperlukan untuk menambah ISAB. Namun, harus dicatat bahwa
ISAB mungkin berguna ketika menggunakan elektroda sambungan referensi ganda
dengan solusi non-equi-transferrent mengisi luar, dalam rangka untuk
mengkompensasi hanyut dalam potensi persimpangan cair, dan pada umumnya
sebagian besar ISE sistem memberikan stabil membaca lebih cepat dalam solusi
tinggi kekuatan ion.
Kemiringan grafik kalibrasi adalah respon mV per dekade perubahan konsentrasi. Ini biasanya sekitar 54 mV / dekade untuk ion monovalen dan 27 untuk ion divalen dan akan memiliki nilai negatif untuk ion negatif - yaitu konsentrasi yang lebih tinggi berarti lebih banyak ion negatif dalam larutan dan karenanya tegangan yang lebih rendah.
Kemiringan grafik kalibrasi adalah respon mV per dekade perubahan konsentrasi. Ini biasanya sekitar 54 mV / dekade untuk ion monovalen dan 27 untuk ion divalen dan akan memiliki nilai negatif untuk ion negatif - yaitu konsentrasi yang lebih tinggi berarti lebih banyak ion negatif dalam larutan dan karenanya tegangan yang lebih rendah.
a) Linear Range.
Rentang linear dari elektroda didefinisikan sebagai bagian
dari kurva kalibrasi melalui mana regresi linier akan menunjukkan bahwa titik
data tidak menyimpang dari linearitas oleh lebih dari 2 mV. Untuk elektroda
banyak kisaran ini dapat memperpanjang dari sekitar 0,1 molar ke 10-6 atau
bahkan 10-7 molar.
b) Rentang Jumlah Pengukuran.
Rentang pengukuran keseluruhan termasuk bagian linier dari
grafik seperti yang ditunjukkan di bawah ini bersama-sama dengan porsi yang
lebih rendah melengkung di mana respon terhadap konsentrasi yang bervariasi
menjadi semakin kurang sebagai konsentrasi mengurangi. Sampel dapat diukur
dalam kisaran yang lebih rendah tetapi harus dicatat bahwa poin kalibrasi lebih
dekat jarak yang diperlukan dalam rangka untuk menentukan kurva akurat dan
kesalahan persentase per mV pada konsentrasi dihitung akan semakin tinggi
sebagai lereng mengurangi.
c) Batas Deteksi.
Untuk ion monovalen, definisi IUPAC adalah: bahwa konsentrasi
di mana potensi diukur berbeda dari yang diperkirakan oleh regresi linier oleh
lebih dari 18 mV. Batas praktis deteksi dapat dihitung dengan memplot grafik
kalibrasi menggunakan beberapa standar di ujung bawah dari rentang konsentrasi,
dan di bawahnya. Katakanlah 100, 10, 1, 0,1, 0,05, 0,01 ppm - yaitu setidaknya
dua untuk menentukan kemiringan linear dan dua untuk menunjukkan posisi bagian
horisontal di bawah batas deteksi, di mana elektroda tidak responsif terhadap
perubahan konsentrasi. Batas deteksi ini kemudian ditentukan oleh titik
persimpangan dua garis lurus yang ditarik melalui titik-titik.
·
2.5 Sumber Kesalahan
a.
Difusi
Penelitian poin Orion bahwa perbedaan dalam tingkat difusi ion berdasarkan ukuran dapat menyebabkan beberapa error. Dalam contoh Sodium, berdifusi natrium iodida di persimpangan pada tingkat tertentu. Iodida bergerak jauh lebih lambat karena ukurannya lebih besar. Perbedaan ini menciptakan potensi tambahan mengakibatkan kesalahan.Untuk mengkompensasi hal ini jenis kesalahan adalah penting bahwa aliran positif mengisi bergerak solusi melalui persimpangan dan bahwa persimpangan tidak menjadi tersumbat atau mengotori.
Penelitian poin Orion bahwa perbedaan dalam tingkat difusi ion berdasarkan ukuran dapat menyebabkan beberapa error. Dalam contoh Sodium, berdifusi natrium iodida di persimpangan pada tingkat tertentu. Iodida bergerak jauh lebih lambat karena ukurannya lebih besar. Perbedaan ini menciptakan potensi tambahan mengakibatkan kesalahan.Untuk mengkompensasi hal ini jenis kesalahan adalah penting bahwa aliran positif mengisi bergerak solusi melalui persimpangan dan bahwa persimpangan tidak menjadi tersumbat atau mengotori.
b.
Contoh Kekuatan Ionik
Covington menunjukkan
bahwa kekuatan ionik total sampel mempengaruhi koefisien aktivitas dan bahwa
penting bahwa faktor ini tetap konstan. Dalam rangka mencapai hal ini, penambahan
adjuster kekuatan ion digunakan. Penyesuaian ini besar, dibandingkan
dengan kekuatan ion dari sampel, sehingga variasi antar sampel menjadi kecil
dan potensi kesalahan berkurang.
c.
Suhu
Adalah penting bahwa
suhu dikontrol sebagai variasi dalam parameter ini dapat menyebabkan kesalahan
pengukuran yang signifikan. Gelar perubahan (C) tunggal dalam suhu
sampel dapat menyebabkan kesalahan pengukuran lebih besar dari 4%.
d.
pH
Beberapa contoh mungkin memerlukan konversi analit untuk satu bentuk dengan menyesuaikan pH larutan (misalnya amonia). Kegagalan untuk menyesuaikan pH dalam hal ini dapat menyebabkan kesalahan pengukuran yang signifikan.
Beberapa contoh mungkin memerlukan konversi analit untuk satu bentuk dengan menyesuaikan pH larutan (misalnya amonia). Kegagalan untuk menyesuaikan pH dalam hal ini dapat menyebabkan kesalahan pengukuran yang signifikan.
e.
Gangguan Lain
Matriks latar belakang
dapat mempengaruhi keakuratan pengukuran yang dilakukan dengan menggunakan ISE
ini. Covington menunjukkan bahwa beberapa gangguan dapat
dihilangkan dengan mereaksikan ion mencampuri sebelum analisis.
BAB III
CARA KERJA
3.1
Cara Kerja
Prosedur
penggunaan ion selektif elektroda untuk mengukur kadar ion sianida dalam
larutan.
1.
Buret diisikan dengan
larutan standar 1000 mg/L CN-,
2.
Enam buah labu ukur 50
mL disiapkan, kedalam labu ke dua dimasukkan ujung buret, diputar keran buret
dan dikeluarkan 0,050 ml larutan standar 1000 ppm CN-.
3.
Dengan cara yang sama
dikeluarkan 0,200; 0,800; 3,200; dan12,800 mL larutan standar sianida 1000 mg/L
kedalam labu ke 3 s/d ke 6.
4.
Masing-masing 5 mL
NaOH 1 N ditambahkan, lalu diencerkan sampai batas dengan akuades. Maka akan
didapatkan deretan standar 0; 1,0; 4,0; 16,0; 64,0; dan 256,0 mg/L CN-.
5.
Elektroda kombinasi
ion selektif Sianida dipasangkan pada alat pH/ion meter, elektroda dicelupkan
beserta termometer kedalam larutan Blanko. Suhunya diukur dan tombol koreksi
suhu diatur pada nilai suhu larutan dengan menekan tombol up / down.
6.
Mode ditekan untuk
memilih fungsi mV, dibiarkan stabil dan nilai beda potensial dicatat yang
ditunjukkan sebagai E dalam mV.
7.
Blanko dikeluarkan,
diganti dengan deretan standar 1 ppm, ditunggu stabil, nilai E nya dicatat. Hal
yang sama dilakukan terhadap standar lainnya.
8.
Larutan tugas diminta
pada Asisten dengan menyerahkan labu ukur 50 ml yang telah diberi identitas
praktikan.
9.
Lima ml NaOH 1 N
ditambahkan, diencerkan sampai batas dengan akuades.
10.
Deretan standar ini
dipindahkan pada gelas piala, elektroda beserta termometer dicelupkan pada
larutan tugas, hal yang sama diperlakukan seperti perlakuan standar, nilai
potensial yang dihasilkan dicatat.
11.
Dari data pengukuran
deretan standar ini dibuat Kurva Kalibrasi standar antara :
E vs – log C pada ketas grafik biasa (mm
blok)
E vs C pada kertas grafik Semi log
12.
Dengan bantuan kurva
Kalibrasi Standar diatas, lalu ditentukan kadar ion sianida dari larutan
sampel.
BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
4.1 Kesimpulan
Ion selektif electrode (ISE) adalah
electrode membrane yang selektif merespon keberadaaan ion lain dalam
larutan, juga spesifik menyelidiki keberadaan gas dan ion dalam
larutan. Yang paling umum digunakan yaitu ion selektif elektrode untuk pH.
Ion lain yang dapat diukur menggunakan ISE seperti,flour, bromide, cadmium, dan
gas-gas dalam larutan seperti NH3, CO2 dan NO2.
4.2 Saran
Penulis menyadari bahwa makalah ini
masih jauh dari kata sempurna oleh karena itu penulis sangat mengharapkan saran
dan kritik yang sifatnya membangun agar dalam pembuatan makalah selanjutnya
bisa lebih baik lagi, atas perhatiannya penulis ucapkan terimakasih
DAFTAR PUSTAKA
http://iasius.blogspot.co.id/2012/11/percobaan-ion-selektif-elektrode.html




Tidak ada komentar:
Posting Komentar